Header Ads

6 Kemampuan Yang Harus Diajarkan Orangtua Kepada Anak

Tak sedikit orangtua yang ingin membesarkan anak mereka agar menjadi yang terbaik. Menurut dua profesor, kultur dari orangtua dalam mendidik anak bukan selalu yang terbaik. 



"Kita melatih anak kita untuk melakukan apa yang komputer lakukan, dimana hal tersebut membalikkan fakta. Selain itu, komputer akan selalu menjadi lebih baik dibandingkan dengan komputer," ujar Kathy Hirsh-Pasek, psikolog perkembangan dan profesor di Temple University. 

Meski demikian, ia menambahkan, komputer tak akan lebih baik dalam beberapa hal seperti bersosialisasi, mengarahkan hubungan, dan menjadi masyarakat dalam sebuah komunitas. 

"Oleh karena itu, kita perlu mengubah definisi sukses baik dalam sekolah atau di luar sekolah," simpulnya. 

Hirsh-Pasek dan rekannya Roberta Golinkoff dari University of Delaware percaya bahwa anak-anak sebaiknya memenuhi enam K: kolaborasi, komunikasi, konten, berpikir kritis, inovasi kreatif, dan kepercayaan diri. 

Kolaborasi adalah hal krusial di sekolah dan rumah, yang mengajarkan bagaimana anak bergaul dengan yang lain. 

Komunikasi termasuk berbicara, membaca, menulis, dan mendengar. Konten adalah lanjutan dari komunikasi karena untuk belajar diperlukan kemampuan tersebut lebih dulu. 

(Baca juga: Keluarga yang Habiskan Waktu Bersama di Rumah Terbukti Lebih Bahagia)

Berpikir kritis adalah ketika memikirkn apa yang akan dilakukan pada konten. Inovasi kreatif diperlukan dimana 'Anda harus mengerti akan sesuatu sebelum menciptakan hal baru'. Terakhir, kepercayaan diri membuat anak berani mengambil risiko. 

Untuk bisa memenuhi keenam hal tersebut, Hirsh-Pasek menyarankan agar para orangtua tidak menyuruh anak mereka diam karena terlalu banyak bertanya, perilaku yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis. 

"Anda tak hanya bertahan dengan menjawab 'karena'. Anda akan memberanikan mereka untuk bertanya lebih dan Anda ingin membuat mereka mengerti bagaimana pemikiran orang lain."



Terdapat tingkatan yang berbeda untuk setiap kriteria, yang merefleksikan seberapa kuat kemampuan, dimana orangtua juga dapat menggunakan sistem tersebut untuk mengevaluasi hubungan mereka dengan sang buah hati. 

Para peneliti tersebut percaya bahwa pendidikan di sekolah dan interaksi sosial adalah hal yang krusial bagi anak-anak, dibandingkan gawai. 

"Apa yang kita lakukan pada anak sekarang akan berarti 20 tahun kemudian. Jika Anda tak melakukannya dengan baik, lingkungan Anda tak akan menyenangkan," simpul Hirsh-Pasek.

Tidak ada komentar